Tampilkan postingan dengan label Materikulasi Belajar Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materikulasi Belajar Akhlak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2015

Tanam padimu

Bismillahirrahmanirrahim
Puji Syukur kehadirat Allah yang telah memberi kita kesampatan untuk menjadi yang tebaik dari yang baik/ Shalawat dan salam untuk nabi Muhammad S.A.W


Tawaddu adalah Kerendahan diri dan hati cendrung ingin menyampaikan kebaikan kepada orang lain dengan cara-cara yang tak biasa. Misalkan saja seseorang yang datang kepada Nabi Muhammad S.A.W dengan mengenakan pakaian serba putih dan tampak padanya telah melalui perjalanan jauh (musafir). kemudian memberi salam kepada Rasul serta mengajukan beberapa pertanyaan. Diantara pertanyaan tersebut :Beritahukan kepadaku tentang Islam?, Iman? dan Ihsan. . . . .
Rasul lantas langsung menjawab pertanyaan orang terserbut di saksikan oleh para sahabat. dan kemudian pergi berlalu.

Rasul bertanya. Tahukan kalian wahai sahabatku siapa yang barusan datang? Mereka menjawab. hanya Allah dan Rasulullah yang tahu. Maka nabi menegaskan Itulah malaikat Jibril yang mengajarkan kepadamu tentang agamamu.

Metode menyampaikan ajaran yang benar tentang agama islam disampaikan malaikat dengan cara bertanya memposisikan dirinya tidak tahu apa-apa dan inilah sekiranya yang dimaksud dengan tawaddu. Memiliki pengetahuan yang luas namun sengaja merendahkan dirinya sehingga ia berhasil menyampaikan hajatnya. Berbanding terbalik mungkin pada zaman ini kebanyakan menjadikan keahlian sebagai kebanggan dan dengan mudah meremehkan dan melecehkan orang lain yang dianggapnya lebih rendah. 

Sabtu, 13 Desember 2014

Mencari Cermin

Assalamualaikum wrb.
Alhamdulillah Segala puji milik Allah S.W.T menunjukkan kita jalan untuk kembali kepada Rauh-Nya. Shalawat Salam tetap kita lantunkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Keluarga dan seluruh sahabatnya.




Dengan kiat mencari jalan lebih mendekatkan diri kepada Allah, berzikir, bertafakur dan bertobat tentu didapati rintangan dan goncangan di dalamnya. Setelah menimbun dosa hingga bergelimang dengannya dan bermaksud bertobat kepada Allah tentu tidak  akan semudah yang kita kira. Sekali kita mengabaikan ajaran Allah ini maka semakin sulit untuk mendapatkan kasih sayang Allah kembali. Sifat dasar manusia selalu diperturut nafsu didalam diri, memperbudak jiwa condong ke duniawi semata demi kepuasan sesaat yang tak ada apa-apanya dibandingkan surga yang telah dijanjikan Allah S.W.T. 

Iman yang kita miliki tidak bisa kita jaga karena kurang matang dalam perawatan dan pembinaan. Inilah sebab jiwa ini ditundukkan oleh nafsul ammarah bissuk. yang menjadikan pemilik jiwa ini menderita terbawa arus dunia dan seolah olah tak beragama. "Innalillai wainna ilaihi rajiun"

Untuk memfitrahkan kembali jiwa dan raga yang telah berlumur dosa tentu membutuhkan niat dan usaha yang terpadu. Selami diri dan ingatkan bahwa yang kita cari ini adalah sesuatu yang pernah kita hilangkan sendiri. Kita bisa saja menemukannya namun juga bisa kembali menghilangkannya. Butuh kesadaran dan keteguhan dalam melaksanakan ajaran Tuhan sesuai dan selalu dalam keadaan penuh pengharapan. Harapan yang di setarakan dengan kekhawatiran akan kehilangan kesempatan untuk selamanya.

Mulailah dari hal-hal yang kecil, basahi lidah ini dengan berzikir memohon ampun kepada Allah. Sucikan hati dari berburuk sangka kepada Allah dan makhluk. Yakinkan pada diri sendiri bahwa tujuan hidup ini adalah untuk mencari Hidayah Allah. Menggapai jalan-jalan untuk bertobat kepadaNya dengan ikhlas, konsisten dan selalu mencari nilai positif dari segala kritikan, omelan atau bahkan cacian guna memperbaiki diri focus mera'i diri sendiri dan focus menyesali kebodohan yang pernah terjadi.

Bermaksud tidak akan mengulang lagi kesalahan apalagi untuk terjatuh pada kali kedua di tempat yang sama. Menerima segala cobaan ini dengan lapang seraya bertahan dan berusaha menjadi cermin dalam setiap sudut kehidupan. Membersihkan dengan segera titik-titik debu yang menempel pada cermin, selalu dan setiap saat tanpa jenuh tanpa lalai dan tanpa ragu lagi. Karena itulah resiko dan satu-satunya cara mendapatkan kesucian diri kita bisa terlahir kembali menjadi cermin yang bening dan bermanfaat bagi orang lain yang ingin bercermin.

Dan memang sebuah kewajiban engkau harus menjadi cermin bagi orang lain. Tak banyak yang tau dengan agama ini, dan tak banyak yang benar cara memahami agama islam ini. Agama mereka buat hanya sebagai topeng untuk menutupi kesalahan sendiri, dan menipu orang dengan kepintaran bersilat lidah membolak balikkan kata demi sebuah dunia.

Jadilah pemimpin dan buat mereka percaya bahwa engkau adalah cermin yang bening yang bisa dan telah berhasil membersihkan titik-titik debu serta menjaganya agar tidak ada satu titikpun yang bertahan merekat pada cermin yang engkau miliki. Buktikan engkau telah bertaubat, engkau telah bersalah dan mengakui kesalahan. Engkau gantikan dan tebuskan kesalahan itu dengan kebaikan. Engkau berdakwah! engkau menegakkan kebenaran! engkau berjiwa sosial! berjiwa dan berwibawa memiliki ilmu pengetahuan yang bisa engkau pertanggung jawabkan.


Rabu, 26 November 2014

Kesetiaan Ilmu

Assalamualaikum wrb. 
Alhamdulillah puji sukur kehadirat Allah tak jemu-jemu untuk  memujinya. Shalawat dan salam selalu milik Nabi kita umat islam sedunia Muhammad al Amin.

Nabi adam diberikan Ilmu oleh Allah untuk menguji hambaNya. Karena kehidupan nabi adam setelah menjadi hamba yang berilmu tak pernah diduga. Nabi adam di keluarkan dari surga lantaran tidak benar mempergunakan ilmu yang dimilikinya. Ilmu itu ibarat air yang harus mengalir bila ingin melihatnya tetap bersih dan jernih. Air yang keruh adalah air yang berlumur dengan dosa dan dosa walaupun hanya selumur akan menghilangkan kejernihan air itu.




Ilmu agama yang telah kau pelajari dan dapatkan akan menjadi bomerang bila tidak engkau alirkan. Ilmu itu tidak akan mengalir kalau tidak ada usaha untuk mengalirkannya dan sebelum mengalirkan air harus terlebih dahulu di netralisir oleh diri kita sendiri. Karena air kalau tidak di netralisir akan sulit mengalir ketempat tujuannya.

Menetralisir ilmu agama ini adalah dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah dalam bentuk praktek ibadah menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Hidup ini akan berharga bila amar makruf di dalam diri kita terus dikobarkan dan di kibarkan di kala zaman telah berusaha menodai dan menghilangkan tanda-tanda keislaman kita.

Kamis, 09 Oktober 2014

Belajar Adab dari anak kecil

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah yang telah menetapkan bagi  manusia mengenai tata cara kehidupan sosialnya. Shalawat dan salam tetap untuk Nabi Muhammad yang memiliki ketinggian akhlak dan adab.

Dalam berinteraksi dengan sesama tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Manusia adalah makhluk sosial artinya tidak bisa hidup sendiri, selalu bisa membutuhkan bantuan orang lain.
Allah s.w.t memiliki sifat qiyamuhu binafsihi/ berdiri sendiri. Allah dalam menciptakan alam serta seluruh isinya cukup dengan 
 كن فيكن  maka jadilah alam ini. 

Adab berhubungan dengan tutur kata dan tingkah laku disaat berinteraksi dengan sesama. Akan dikatakan seseorang itu memiliki adab bila tingkah dan lakunya baik menurut agama. bukan semata-mata penilaian baik dan buruk itu hanya dinilai oleh diri manusia sendiri. Adab yang baik itu sudah ditentukan oleh agama kita yang terlebih dahulu harus kita pelajari untuk kemudian kita praktekkan dalam kehidupan.

Manusia adalah makhluk yang diciptakan nafsu pada dirinya. sehingga tidak bisa terlepas dari gangguan dan godaan. Hatilah yang menjadi sumber tingkah laku yang akan dilakukan oleh raga manusia. Bila hati baik maka tingkahlakunyapun baik dan begitu sebaliknya.


Terkadang kita harus belajar dari anak kecil yang tidak tau apa-apa namun jika diajarkan cara bersikap yang baik maka mereka akan sangat mudah untuk melakukannya. Mereka masih suci lugu dan polos menjalani hidup ini. Misalkan saya bila seorang anak ini telah diajarkan oleh gurunya cara menyapa antara murid dan guru ketika bertemu di suatu tempat atau berjumpa disaat dalam perjalanan mereka diajarkan memberi salam.

Dan memang benar mereka mematuhi ajaran dari gurunya itu dengan baik dan konsisten. Maka setiap kali mereka melihat dan bertemu dengan gurunya mereka selalu memberi salam terlebih dahulu.
Dan inilah ajaran islam yang lebih kecil harus terlebih dahulu menunjukkan rasa hormatnya terhadap yang lebih besar salah satunya dengan memberi salam.
Yang berdiri memberi salam kepada orang yang duduk, pejalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, jamaah yang lebih sedikit memberi salam kepada jamaah yang banyak dan muslim laki-laki memberi salam kepada muslim laki-laki.